Beranda News Sekilas Pertandingan KlasemenTransferSkuadAll About Inter

Jumat, 25 Januari 2013

Masuk Skuad Utama Inter Milan, Benassi Masih Menganggap Dirinya Primavera


Penampilan Marco Benassi beberapa pertandingan terakhir di Inter Milan menuai banyak sanjungan. Tidak hanya itu, Internazionale tanpa ragu mematenkan pemain muda berbakat ini. Pemain kelahiran 8 September 1994 ini memiliki sifat rendah hati. Kendati kerap masuk skuad utama Inter, namun Benassi tetap merendah. Bahkan pemain berusia 18 tahun ini menganggap dirinya masih sebagai pemain Primavera Inter.

Beberapa pertandingan terakhir nama Benasssi memang sering tampil di skuad Inter. Tak pujian dan sanjungan mendarat pemain muda ini. Menyikapi maraknya pujian, Benassi malah mengatakan bahwa dia hanya seorang pemain Inter Primavera yang selalu siap jika dipanggil sang pelatih Andrea Stramaccioni. Inter Milan Primavera merupakan pemain generasi Inter yang boleh dibilang cukup sukses. Tahun lalu Inter Primavera berhasil menjuarai Liga Champions Primavera yang seluruh pesertanya berasal dari didikan pemain muda klub Eropa.

Benassi sendiri merupakan pemain Inter yang dipinjam dari Verona. Baru pada beberapa hari yang lalu Inter mematenkan gelandang muda ini. Debut pertama Benassi bersama Inter kala I Nerazzurri menjamu Rubin Kazan di Eropa League. Di debut pertamanya Inter menyerah tiga gol tanpa balas oleh klub Rusia itu. Akan tetapi Stramaccioni puas dengan beberapa pemain mudanya.

Read More >>

Selasa, 22 Januari 2013

Harapan Juan Jesus Setelah Setahun Berseragam Biru Hitam



Tanpa terasa pemain belakang Inter Milan, Juan Jesus sudah genap satu tahun bersama I Nerazzurri. Defender berusia 21 tahun ini hijrah ke Inter setahun yang lalu di bulan januari. Sebelumnya Juan Jesus merumput bersama klub Internacional. Kemudian Hijrah ke Inter Milan dengan nilai transfer 4 juta euro.

Bersama Inter Juan Jesus menjadi palang pintu utama. Aksinya kerap menyulitkan lawan untuk mencetak gol. Lugas serta fisik yang tangguh membuat bek kelahiran 10 Juni 1991 ini mulai disegani striker lawan. Tidak hanya itu, kemampuan untuk overlaping memberikan nilai tambah bagi pemain asal negeri Samba ini. Seperti yang terjadi, Inter Milan di tangan Andrea Stramaccioni menggunakan tiga bek tengah. Namun Juan kadang kerap membantu naik untuk membantu penyerangan.

Kini Juan Jesus sudah setahun menggunakan seragam biru hitam. Tentunya banyak hal yang diperoleh oleh raksasa Serie A ini. Diakui oleh Juan Jesus bahwa setahun bersama Inter Milan memberikan kesan yang sangat baik. Sehingga Juan berharap semoga kondisi ini terus berlanjut kedepannya. Apalagi pemain ini sudah tampil 16 kali sebagai starter. Merupakan prestasi tersendiri bagi pemain muda ini di tengah banyaknya pemain belakang di Inter.

Juan Jesus sendiri merasa bahagia bersama Inter. Pemain bernomor punggung 40 ini sangat senang bisa bergabung dengan Internazionale. Juan mengakui bahwa menjadi pemain Inter Milan merupakan impian banyak orang. Oleh karena itu, Juan merasa bahagia bisa mewujudkan mimpinya untuk bergabung dengan klub peraih treble winner tahun 2010 ini. Juan berharap bisa memberikan kontribusi berarti serta menyumbang banyak trofi bersana Inter Milan.


Read More >>

Minggu, 20 Januari 2013

Inter Milan Bermain Imbang Dengan Tuan Rumah, AS Roma



Inter Milan mendapatkan poin pertama dari lima partai tandang yang dilakoni tim berjuluk I Nerazzuri ini. Melakukan lawatan ke kota Roma, Inter harus puas berbagi angka dengan AS Roma. Inter yang mempunyai rekor kurang baik saat bertandang mampu bermain imbang 1-1 melawan Roma. Kedua gol yang tercipta sepanjang pertandingan itu, dilesakkan oleh Il Capitano Roma Francisco Totti dan Rodrigo Palaccio dari Inter Milan.

Bermain sebagai tamu, Inter  Milan mendapat serangan sporadic sejak kick off berbunyi. Upaya tuan rumah pun berhasil setelah Pablo Osvaldo mampu menggetarkan jala Inter yang dijaga Samir Handanovic. Namun gol ini dianulis wasit karena Osvaldo sudah berada di posisi off side. Gempuran sporadis yang dilakukan Roma akhirnya membuahkan hasil. Tujuh menit setelah gol offside Osvaldo, Roma mendapatkan hadiah penalty pemain Roma mendapatkan tekel yang cukup keras di area terlarang Inter. Totti yang menjadi algojo tidak membuang kesempatan ini. Sepakan kerasnya mampu mengecoh Handanovic.
Penalti Totti Membuka Keunggulan AS Roma
Ketinggalan satu gol,  Inter mulai bereaksi. Serangan-serangan mulai disusun anak asuh Andra Stramaccioni ini. Begitu juga dengan kubu tuan rumah yang terus melakukan tekanan terhadap Inter. Inter Milan yang datang tanpa Milito dan Cassano yang dibekap cidera memang sering kesulitan. Akan tetapi performa apik lini tengah Guarin dan Gargano mempu bersaing dengan lini tengah Roma. Akibatnya jual beli serangan pun terjadi. Upaya Inter untuk menyamakan skor baru tercipta beberapa menit jelang turun minum. Melalui usaha Gergano yang memberikan umpan kepada Palaccio langsung dituntaskan dengan sempurna. Skor 1-1 untuk kedua tim bertahan hingga turun minum.

Di interval kedua, kedua tim sama-sama melakukan serangan. Peluang demi peluang terjadi. Namun tak sebiji gol pun tercipta di babak ini. Hingga akhirnya peluitpanjang berbunyi tanda pertandingan usai. Kedua klub raksasa ini dipaksa berbagi angka.

Skor ini sedikit memberikan asa buat Stramaccioni setelah timnya tidak pernah menang dalam laga tandang dalam empat pertemuan terakhir. Atau dengan kata lain, satu poin ini menjadi poin pertama La Beneamata dalam lima laga. Poin tersendiri yang dimiliki Inter adalah raihan hasil imbang ini mereka raih saat klub asal kota mode mengalami krisis pemain. Khususnya striker yang mengalami krisis setelah dua penyerang andalan Nerazzurri, Diego Milito dan Cassano mengalami cidera. Dengan hasil imbang ini maka posisi kedua tim tidak beranjak. Roma masih berada diperingkat tujuh, sedangkan Inter Milan masih duduk diperingkat ampat.
Read More >>

Sabtu, 19 Januari 2013

Pemain Inter Milan yang disiapkan untuk Menjajal AS Roma


Inter Milan akan menjalani laga tandang yang krusial. Senin (21/01/2013) dini hari nanti akan melakukan lawatan ke markas AS Roma. Melawan Srigala Ibu Kota tentunya Inter sudah menyiapkan diri guna membalas kekalahan di pertemuan pertama. Di pertemuan pertama lalu Inter dipaksa mengakui ketangguhan AS Roma 3-1 di Giuseppe Meazza.

Melawan AS Roma kali ini Inter tidak mau kecolongan lagi. Apalagi persaingan di papan atass liga Seri A semakin memanas. Inter Milan yang menduduki peringkat empat  klasemen harus bisa menang guna menjaga kans untuk masuk zona liga champions, syukur-syukur bisa merangsek ke tangga juara. Tidak hanya itu, jarak antar klub papan atas yang cukup dekat memaksa Inter harus meraih kemenangan agar tidak terus tergusur.

Motivasi Inter untuk menang tidak hanya itu. Inter Milan juga harus bisa membuktikan bahwa klub peraih treble winner di tahun 2010 ini mampu menang di laga tandang. Memang sejak mengalahkan Juventus, Inter tidak pernah sekalipun menang saat melakukan away. Terhitung sudah empat kali laga tandang Inter harus mengakui keunggulan tuan rumah. Oleh karena itu melawan Roma kali ini Inter harus benar-benar menampilkan permainan terbaiknya dan meraih tiga poin laga tandang pertama di tahun 2013. Berikut susunan pemain yang akan dibawa Allenatore Stramaccioni melawan AS Roma:

Penjaga Gawang : 1 Handanovic, 27 Vid Belec, 77 Raffaele Di Gennaro;

Pemain Belakang : 4 Javier Zanetti, 6  Silvestre, 23  Ranocchia, 26  Chivu, 31  Pereira, 33  Mbaye, 40 Juan Jesus, 42 Jonathan, 44 Matteo Bianchetti, 55  Nagatomo;

Pemain Tengah : 14 Guarin, 16  Mudingayi, 17  Mariga, 19  Cambiasso, 20  Obi, 21  Gargano,24  Benassi, 41  Duncan;

Penyerang : 8  Palacio, 18  Rocchi, 88  Livaja, 82 Daniel Bessa.


Read More >>

Jumat, 18 Januari 2013

Javier Zanetti Optimis Inter Milan Bisa Raih Dua Gelar Musim ini


Meraih beberapa kemenangan penting membuat kubu Inter Milan optimis bisa maraih gelar di akhir musim. Setelah meraih kemenangan pertamanya di tahun 2013 akhir pekan lalu, Inter kembali meraih hasil positif di ajang Coppa Italia. Kemenangan Inter di Coppa melawan Bologna tentunya menjadi motifasi tersendiri dalam melakoni laga demi laga di sisa kompetisi.

Rasa optimisme ini  disampaikan olehsang kapten Javier Zanetti. Pemain veteran ini menyatakan bahwa Inter kini bertekad untuk meraih dua gelar musim ini. Gelar yang menjadi target Inter adalah Copa Italia dan Piala Eropa musim ini. Target yang sanget realistis mengingat Inter baru saja melenggang ke semi final copa Italia setelah melewati Bologna melalui perpanjangan waktu. Inter akan menghadapi lawan klasik mereka AS Roma di Semi final Copa Italia.  Sedangkan di Piala eropa, Inter juga lolos ke babak knock off.  DI babak ini, Inter akan menghadapi FC  Cluj pada 15 dan 22 Februari mendatang.

Selain itu, Javier Zanetti juga menambahkan bahwa Inter Milan kini memiliki tambahan kekuatan baru setelah datangnya beberapa punggawa baru yang bergabung sejak transfers windows kemarin. Hal ini membuat Il Capitano makin Pede dengan kekuatan timnya saat ini. Sang Kapten juga mengakui bahwa inkonsistensi yang dialami Inter selama ini mampu membuat La Beneamata  sedikit tersendat di ajang liga Italia. Sejak awal musim Inter mengalami kesulitan menang di kandang sendiri. Akan tetapi bermain cukup buas kala melakoni laga tandang. Sebaliknya, sejak kemenangan melawan Juventus di Juventus Stadium Inter Milan malah kehilangan taji saat berlaga kandang lawan.




Read More >>

Inter Milan, Antara Lepas Dari Kutukan atau Menjauh Dari Zona Eropa


Awal musim ini, Inter Milan melewati pertandingan yang sangat unik. Klub asal kota mode ini hampir selalu mengalami kekalahan saat bermain di Stadion Giuseppe  Meazza. Akan tetapi suasana berbeda saat Inter melakoni laga tandang. Klub berjuluk I Nerazzurri ini lebih mudah mendapatkan kemenangan kala melakukan pertandingan di kandang lawan. Tidak hanya tim kecil yang dikalahkan di kandang mereka, juara bertahan Juventus pun menjadi korban keganasan Inter kala bermain away.

Akan tetapi seolah semua berbalik 180 derajat. Kemenangan melawan Juve di Juventus Stadium menjadi kemenangan tandang terakhir Inter. Setelah itu kekalahan demi kekalahan menaungi anak asuh Stramaccioni kala melakukan laga tandang. Kemenangan krusial melawan Juventus seolah menjadi kutukan bagi pasukan biru hitam ini. Inter Milan mengalami kekalahan di empat partai tandangnya. Atalanta, Parma, Lazio serta Udinese berhasil mempermalukan Javier Zanetti dkk di kandang mereka. Tentunya ini merupakan pertanda buruk bagi Inter. Jika tidak segera bangkit maka peluang untuk merebut capolista makin sulit.

Kini Inter masih terdiam di posisi empat klasemen sementara Serie A Liga Italia dengan mengumpulkan 38 poin. Selisih dua poin dengan peringkat ke tiga Napoli. Sedangkan jarak poin dengan sang pemuncak sementara Juventus masih 7 poin. Selisih poin yang tidak terlalu jauh membuat persaingan perebutan puncak klasemen cukup menarik untuk disimak.

Akhir pekan ini Inter kembali akan melakoni laga tandang. Lawan yang akan dikunjungi adalah AS Roma. Dalam lawatannya kali ini, target menang tampaknya menjadi misi tersendiri bagi La Beneamata. Selain memanaskan perebutan target, kemanangan atas Roma tentunya akan menghapus mitos kutukan kalah di laga tandang. Menarik untuk disimak, apakah mampu La Beneamata menghapus kutukan yang diderita? Ataukah masih akan terselubung dalam lingkaran hitam kekalahan.


Read More >>

Kamis, 17 Januari 2013

Fredy Guarin Ingin Mencontoh Ivan Cordoba


Inter Milan benar-benar beruntung mendapatkan pemain asal Kolombia, Fredy Guarin. Pemain yang direkrut dari FC Porto ini kian menunjukkan aksi impresifnya disetiap laga. Guarin tidak hanya lihai dalam megolah bola, sepakan keras serta naluri mencetak gol yang tinggi memberikan nuansa lain di lini tengah Inter.

Kehadiran Guarin di skuad Inter memang tidak  lepas dari mantan punggawa Inter Milan, Ivan Cordoba. Cordoba yang kali ini termasuk dalam jajaran manajemn Inter berandil besar dalam bergabungnya Guarin ke Inter Milan. Keduanya berasal dari Negara yang sama yakni Kolombia. Jadi komunikasi keduanya sangatlah kental.

Kini Guarin menjadi salah satu bagian penting bagi Inter. Musim ini, pemain yang memiliki Fredy Alejandro Guarin Vasquez telah mencetak delapan gol bagi Inter Milan. Suatu capaian yang cukup fantastis mengingat posisinya bukanlah sebagai striker. Apalagi kesempatan menjadi starter di Inter sangatlah sulit. Nerazzurri mempunyai beberapa stok pemain tengah seperti Coutinho, Sneijder serta beberapa nama muda khas Stramaccioni. Akan tetapi Guarin mampu menjawab dengan penampilan yang memukau di setiap pertandingan. Dalam pekan ini, Guarin mampu mencetak dua gol penting di dua laga krusial Inter. Gol tersebut juga menjadi jawaban bagi yang mulai psimis dengan prestasi La Beneamata saat ini yang naik turun.


Menjadi bagian penting bagi klub tentunya membuat Guarin lebih semangat. Apalagi hubungannya dengan sang legendaris Ivan Cordoba yang sangat baik. Secara terang-terangan pemain kelahiran 30 Juni 1986 ini menyatakan kebahagiannya bergabung dengan Inter. Apalagi bisa bekerja sama dengan seniornya Ivan Cordoba. Tentunya membuat motivasi pemain ini lebih tinggi. Cordoba yang merupakan Idola di Inter maupun bersama timnas Kolombia merupakan sosok yang menjadi contoh oleh Guarin. Guarin berharap bisa mengikuti jejak Cordoba yang  mampu menjadi sosok Legendaris baik di Inter maupun timnas. Wah, impian yang alami bagi seorang pesepak bola professional. Namun, mimpi itu tampaknya akan bisa di raih Fredy Guarin, mengingat performa apiknya yang kian matang bersama Inter Milan akhir-akhir ini.
Read More >>

Rabu, 16 Januari 2013

Chivu berharap Sneijder tidak selalu disalahkan


Hubungan rumit antara kubu Inter Milan dan pemain andalannya Wesley Sneijder belum juga berakhir. Klausal perpanjangan kontrak Sneijder belum juga ditanda tangani. Rumor klub yang berniat memboyongnya pun makin banyak. Terakhir klub asal Turki, Galatasaray berencana memboyong pemain asal negeri Belanda ini. Akan tetapi belum selesainya kesepakatan  antara pihak Sneijder dengan Inter Milan membuat gelandang 28 tahun ini menggantung.

Suasana tidak enak antara kedua pihak ini cukup menarik perhatian unsure sepak bola di seluruh dunia. Sebagian mereka menyalahkan pihak Inter Milan selaku pemegang hak keputusan terhadap Sneijder. Apalagi sejak September silam Wesley Sneijder tidak dimainkan dengan alas an tertentu. Akan tetapi dipihak lain ada juga yang menyayangkan keputusan Sneijder menolak perpanjangan kontrak. Sehingga kondisi ini tentunya akan menjadi santapan pers Italia.

Melihat kondisi ini membuat beberapa punggawa Inter lainnya angkat bicara. Mulai sang kapten Javier Zanetti hingga Christian Chivu. Chivu  merupakan pemain Inter yang hijrah dari Roma karena mengalami suasana yang hampir sama dengan sneijder.  Chivu yang saat itu menolak ditransfer ke Real Madrid dianggap sebagai perusak di Roma. Sehingga suasana yang di alami Chivu pun tidak harmonis. Ditambah lagi munculnya anti-chivu membuat pemain asal Romania ini harus segera angkat kaki dari klub ibu kota tersebut.
Cristian Chivu, Pernah Mengalami Suasana yang Hampir Sama

Namun, kondisi Sneijder di Inter ternyata jauh lebih baik. Suasana yang kurang baik ini hanya karena belum menemukan kesepakatan kedua belah pihak. Akan tetapi sepenuhnya pihak klub maupun skuad sangat mendukung Sneijder. Semua berharap Sneijder bisa bertahan di Geuseppe Meazza. Apalagi mengingat permainan Inter Milan yang belum konsisten membuat beberapa pihak tetap mengharap sosok Sneijder di lini tengah Inter.
Read More >>

Jumat, 04 Januari 2013

Sneijder kemungkinan memilih klub besar Liga Inggris



Gonjang ganjing mengenai masa depan Wesley Sneijder masih menajdi Tanya besar. Belum adanya kesepahan dan kesepakatan antara Wesley Sneijder dengan pihak manajemen Inter menyebabkan salah satu alasan pemain bintang ini akan pergi. Beberapa klub digadang-gadang akan menampung gelandang asal Belanda ini, namun sampai saat ini tak satupun yang memastikan kemana pemilik nomor punggung 10 ini akan berlabuh.

Sebelumnya sempat ramai diberitakan Milan akan menjadi pilihan Sneijder karena sang istri menginginkan suasana di kota Mode itu. Sebelum itu Manchester United juga diberitakan tengah berminat dengan pemain yang memiliki tendangan akurat ini. Bahkan keinginan Setan Merah sudah beredar sebelum musim ini bergulir. Akan tetapi Snejder masih memilih berseragam biru hitam. Akan tetapi akhir-akhir ini hubungan Sneijder dengn klub tak lagi sebaik dulu. Dikabarkan bahwa pemain berusia 28 tahun ini menolak tawaran memperpanjang kontrak dengan Inter lantaran kubu Nerazzuri ingin memotong gaji galandang serang ini. Alhasil status Sneijder dibekukan dan tidak dimainkan sejak September 2012 silam kendati cideranya sudah sembuh.

Makin runcingnya hubungan Wesley Sneijder dengan Inter membuat agennya mencari klub baru. Setelah rumor beberapa klub besar yang ingin meminang Sneijder muncul lagi kabar bahwa Agen Sneijder menawarkan pemain yang menjadi andalan Inter ini ke QPR. Namun pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Soren Lerby, Agen Wesley. Menurutnya Sneijder enggan bermain di klub kecil seperti Queens Park Rangers. Sneijder lebih cocok dengan klub besar. Kendati begitu sang agen mengakui bahwa liga inggris merupakan liga terbaik, dan bukan tidak mungkin Sneijder akan merumput bersama salah satu tim besar di liga Inggris.

Sneijder sendiri masih belum berfikir untuk bermain di luar liga Italia. Sneijder masih ingin menyelesaikan permasalahannya dengan klub yang dibelanya. Memang sejak berseragam Biru-hitam karier Sneijder kembali cerah. Pemain ini seolah menemukan permainan terbaiknya di Inter setelah gagal bersaing di klub lamanya real Madrid. Bersama Inter, Sneijder meraih beberapa tropi termasuk treble Winner tahun 2010 silam. 


Read More >>

Javier Zanetti Optimis Inter Finis Di Puncak



Kapten tim Inter Milan, Javier Zanetti yakin Inter akan raih scudetto akhir musim ini. Kendati posisi klub yang dibelanya masih selisih 9 poin dari sang pemuncak klasmen sementara Juventus. Namun tidak sedikitpun mengkerucutkan semangat dan keyakinan bahwa Inter bisa meraih skudetto musim ini.

Keyakinan Zanetti ini memang layak menjadi contoh. Jarak yang lebar tidak harus membuat para pemain sekaligus pelatih lempar haduk tanda menyerah. Sebaliknya, malah yang ditampilkan rasa optimism yang tinggi. Apalagi jika melihat permainan Inter musim ini tidak bisa buruk. Berhasil meraih 10 kemenangan beruntun menjadi bukti bahwa tim berjuluk Nerazzurri ini bisa bangkit dan meraih scudetto. Tidak hanya itu, musim ini Inter juga mampu meraih kemenangan atas lawan-lawan yang dianggap peling berat.  Milan, Juve, serta Napoli pernah dikalahkan oleh anak asuh Andrea Stramaccioni. Jadi optimisme yang dimiliki sang kapten ini sangat masuk akal.

Serie A Liga Italia masaih berjalan separuh kompetisi. Masih ad 19 pertandingan yang harus dilakoni La beneamata (Julukan Inter). Pemain veteran ini menyatakan keyakinannya untuk terus mendekat hingga bulan terakhir. Tidak hanya itu, pemain yang memiliki nama panjang Javier Aldemar Zanetti ini berniat akan memberikan yang terbaik di sisa musim ini. Hal ini layaknya menjadi pelecut semangat untuk pemain lain. Pemain yang memiliki caps 823 ini merupakan teladan dan sosok yang sempurna untuk seorang Il Capitano.

Hal berbeda justru diberikan oleh pemain anyar Inter saat ini, Tommaso Rocchi. Rocchi memiliki mimpi dan optimisme yang berbeda dengan sang kapten. Jika Zanetti yakin bisa scudetto dan member suntikan semangat buat rekan setimnya, namun Rocchi lebih realistis dan terkesan menyimpan dendam pribadi. Rocchi hanya optimis Inter bisa finis sebagai Runner-up. Rocchi juga berharap posisi Inter lebih baik dari tim sebelumnya Lazio. Merupakan hal yang wajar jika Rocchi mengharap Inter lebih baik dari Lazio. Karena Rocchi menganggap Lazio telah menelantarkannya di bangku cadangan dan lebih memilih pemain gaek asal Jerman, Miraslove Klose. Kita lihat saja, apakah mimpi Il Tractore Zanetti yang tercapai ataukah keyakinan pemain berkepala plontos Rocchi yang benar. Jawabannya di akhir musim ini.

Read More >>

Kamis, 03 Januari 2013

Ambisi Tommaso Rocchi bersama Nerazzurri


Punggawa baru Inter, Tommaso Rocchi kini sudah berlatih bersama rekan-rekannya di Appiano Giantle. Pemain yang didatangkan dari SS Lazio ini berambisi akan membawa Inter kembali ke jalur kemenangan. Bahkan pemain berkepala plontos ini optimis Inter bisa optimis di urutan kedua. Walaupun sebenarnya selisih poin dengan juve tidak terlalu jauh yakni 9 poin.

Nerazzurri kini berada di peringkat 4 dengan 35 poin, sedangkan sang juara bertahan Juventus masih kokoh di puncak classifica dengan jumlah poin 44. Sedangkan klub lama Rocchi, Lazio berada di posisi 3, dengan mengumpulkan poin 35 selisih satu poin dengan Inter. Perebutan posisi ini akan terus belanjut karena kompetisi Serie A Liga Italia masih berjalan separuh musim. Itu artinya, setiap tim masih punya kesempatan untuk saling mengungguli lawannya.

Hal itu yang membuat semangat dan rasa optimis penyerang berusia 35 ini. Tommaso Rocchi sangat ambisi untuk membawa Inter Milan mengakhiri musim di urutan kedua dan yang jelas harus lebih baik dari posisi klub lamanya Lazio. Impian yang sangat wajar mengingat seorang Rocchi musim ini tidak menapatkan banyak kesempatan bermain. Di posisi penyerang Lazio masih kalah bersaing dengan penyerang asal Jerman, Miraslov Klose. Klose yang didatangkan Lazio musim lalu dari klub Bayern Munchen ini ternyata mampu mnggeser Rocchi dari skuad utama Lazio.

Minimnya kesempatan ini membuat Rocchi berfikir untuk ganti kostum. Dan Inter berhasil memberikan tawaran disaat yang tepat. Saat Rocchi membutuhkan kesempatan untuk bermain walau usianya sudah tidak muda lagi. Untuk mendatangkan penyerang  plontos ini, Inter harus mengeluarkan uang sebesar 400 ribu euro atau setara dengan Rp 5,83 miliar. Tommaso Rocchi akan memakai seragam biru hitam hingga januari nanti dengan nomor punggung 9. Nomor punggung yang sebelumnya dipakai oleh beberapa bintang Inter termasuk Ronaldo dan Eto’o.

Tommaso Rocchi tiba di Appiano Giantle, markas latihan Inter Milan kemarin pukul 11 waktu setempat. Setelah itu langsung dilanjutkan sore harinya dengan latihan perdana bersama anak asuh Andrea Stramaccioni lainnya. 
Read More >>

Javier Zanetti masih ingin terus bermain untuk Inter Milan


Kapten tim Inter Milan, Javier Zanetti merupakan pemain paling senior di skuad Internazionale saat ini. Namun meskipun usianya hampir berkepala empat, tidak mengurangi semangatnya sedikitpun untuk membela tim biru hitam. Bahkan pemain yang meruput bersama tim berjuluk Il Biscione sejak tahun 1995 ini tidak pernah memikirkan niatannya untuk gantung sepatu.



Meskipun sudah uzur, namun konsistensi Javier Zanetti setiap pertandingan layak menjadi poin tersendiri. Selain itu stamina yang masih tangguh mampu ditunjukkan oleh pemain yang berjuluk Il Tractore (Si Traktor). Maka sangat wajar jika ampai musim ini pemain yang bergabung dengan Inter di masa kepelatihan Roy Hudgson masih konsisten ditengah maraknya pemain muda dengan skill tinggi. Sehingga ban kapten pun masih betah melingkar di lengannya. Hebatnya lagi, Zanetti memiliki rata-rata main permusim yang cukup tinggi. Sejak tahun 2005, Javier Zanetti mencetak rata-rata 50 kali main setiap musim. Rasio ini sangat tinggi mengingat sejak tahun itu Il Capitano sudah berusia 32 tahun.

Tahun ini akan menjadi tahun penting bagi sang Kapten. Tepat pada tanggal 10 Agustus nanti pemain veteran ini akan merayakan ulang tahunnya yang ke 40 tahun. Usia yang sudah tidak muda lagi bagi seorang pesepak bola professional. Namun pemain kelahiran tahun 10 Agustus 1973 ini masih ingin bermain merumput bersama rekan-rekannya di Inter Milan. Hal ini merupakan keputusan yang masuk akal, mengingat konsistensi pemain asal Argentina selama musim ini.


Keputusan untuk terus bermain ini ternyata merubah keputusan sebelumnya yang berniat pensiun akhir musim ini. Akan tetapi sejak membawa Inter meraih 10 kemenangan beruntun di awal musim, pemain kawakan ini mulai berfikir ulang mengenai niatannya untuk pensiun akhir musim ini. Hingga akhirnya Zanetti berkemauan untuk terus bermain walaupun usianya sudah berkepala empat. Niatannya untuk terus bermain tampaknya masih belum tentu mulus, karena masih menunggu keputusan manajemen Inter untuk memperpanjang kontraknya.seperti yang diketahui, Pemain yang sudah bermain 823 kali bersama Inter ini kontraknya akan habis akhir musim ini. 
Read More >>